
BuGem's Message Mei 2026

“Ibadah dengan Benar – Menyembah dalam Roh”
Zaman dulu orang Israel beribadah dengan cara membangun mezbah (dari batu) lalu mempersembahkan lembu/sapi dan ternak-ternak lain sebagai PERSEMBAHAN BAGI ALLAH. Tapi setelah Yesus Kristus menjadi DOMBA YANG DISEMBELIH, disalib sebagai korban untuk menebus dosa kita, maka tidak ada lagi persembahan dengan binatang-binatang tersebut (yang jumlah dan harganya sekarang sangat-sangat besar).
Sekarang IBADAH kita adalah MEMPERSEMBAHKAN HIDUP KITA sebagai PERSEMBAHAN YANG HIDUP & KUDUS (Roma 12:1-2). Beribadah itu tentu sangat penting, karena disitulah terjadinya perjumpaan dengan Allah kita. Di bait Allah hanya IMAM yang bisa masuk mempersembahkan korban tersebut di dalam Ruang Maha Kudus, kalau tidak kudus akan langsung mati. Sangat beruntung kita sekarang tidak mengalami seperti itu. Karena kematian Yesus, tirai penyekat Ruang Maha Kudus tersebut sudah terbelah dan tidak ada batas lagi, artinya manusia bebas masuk (tentu bukan dalam bentuk fisik seperti waktu itu di Perjanjian Lama). Masuknya adalah ke dalam Hadirat Allah lewat Roh Kudus yang dicurahkan sebagai pengganti Yesus yang sudah kembali ke Surga (tempat awalnya)
Apakah sudah tidak ada lagi syarat masuk ke hadiratNya? Tentu ada!
- Hati yang kudus
- Roh yang hidup, karena ada Roh Kudus yang menghidupkan
Kalau ini terpenuhi, tentu kita bisa menikmati hadirnya Allah yang juga menjawab doa-doa kita, serta memenuhi kita dengan sukacita & damaiNya
Di dalam ibadah-ibadah di gereja tentu IMAM MUSIK pegang peranan penting, mereka yang mendahului kotbah, menarik kuasa Allah turun dan disitulah ada perjumpaan dengan Allah, mujizat-mujizat bisa terjadi, pulang harus berbeda dengan saat datang. Lalu mengapa sekarang banyak ibadah-ibadah yang biasa saja? Ya, tentu tergantung kita semua, bagaimana hati kita saat melayani, saat datang ibadah (dengan kerinduan bertemu Allah). Roma 12:3-8, kita adalah TUBUH KRISTUS yang satu dengan yang lain tidak sama karunia dan talentanya, tapi menjadi satu tubuh, fungsinya semua penting
Bicara tentang korban di Perjanjian Lama (Imamat 4:1-35; 5:5-6; 16:15-16; Bilangan 15:27-28) harus binatang tidak bercela, darahnya dicurahkan untuk pendamaian dan berlaku untuk satu dosa dan terus berulang. Di zaman Perjanjian Baru sudah dibayar lunas oleh darah Yesus
Tuhan Yesus memberkati






