Ketaatan Prajurit

Matius 8:9 “Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya.”

 

Ketika kita berbicara tentang prajurit, timbul dalam benak kita gambaran orang yang berdiri tegap, melalui banyak proses yang sangat panjang, seleksi yang ketat, latihan yang keras, disiplin, menjadi satu pribadi yang kuat dan tidak mudah menyerah.

Adalah baik jika seorang prajurit mempunyai keterhandalan, seperti menguasai strategi perang, handal menggunakan senjata-senjata hebat, itu sangat baik. Tetapi akan jauh lebih baik jika prajurit itu memiliki kepatuhan atau ketaatan mengikuti perintah komandannya sesuai garis komando. Apapun yang menjadi komando dari atasannya seharusnya dilakukan tanpa menambah dan menguranginya. Bayangkan jika prajurit berperang tidak sesuai komando, bisa jadi itu menurutnya adalah jalan yang terbaik, tetapi itu bisa menggagalkan seluruh strategi yang sudah disusun.

Mengikuti komando tanpa bantahan menunjukkan ketaatannya kepada komandannya. Artinya mereka harus patuh ketika disuruh berperang hingga titik darah penghabisan, sebaliknya mereka harus taat untuk mundur dari pertempuran jika itu yang menjadi instruksi komandannya. Tanpa banyak tanya, tanpa protes, tanpa berbantah, itu menunjukkan kualitas seorang prajurit.

Demikian pula hal nya dengan kita, harus menjadi prajurit Tuhan yang kuat, lalui setiap proses bersama Tuhan, akan membuat kita menjadi pribadi yang tangguh dan siap masuk dalan situasi apapun yang diijinkan bagi setiap kita .

Taat pada seluruh komandonya Tuhan, melaui Firman Tuhan yang kita baca, kita dengar. Tidak bisa hanya sebagian, tidak bisa kita pilih-pilih, yang ini saya mau taat, tapi yang itu saya tidak bisa ikuti. Tidak bisa seperti itu.

Bisa dikatakan bahwa seorang prajurit tidak punya pilihan untuk tidak ikut komando.

Demikian halnya dengan kita, adalah suatu keharusan bagi kita untuk taat dan lakukan setiap Firman yang Tuhan sudah tetapkan bagi kita. Lakukan itu seluruhnya, fokus, tanpa protes, tanpa berbantah dengan Tuhan. Amin.

 

- Deisy -