Bersama Tuhan kita bisa

“Tetapi sekarang, beginilah Firman Tuhan yang menciptakan engkau, hai Yakub, yang membentuk engkau, hai Israel: “Janganlah takut, sebab Aku telah menebus engkau, Aku telah memanggil engkau dengan namamu, engkau ini kepunyaan-Ku.”

“Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau, atau melalui sungai-sungai, engkau tidak akan dihanyutkan; apabila engkau berjalan melalui api, engkau tidak akan dihanguskan, dan nyala api tidak akan membakar engkau.”

Yesaya 43:1-2

 

1.      Menjadi milik Tuhan itu adalah hak istimewa, sehingga perjalanan hidup mereka aman dan tentram .

Bangsa Israel mengalami penyertaan Tuhan yang sangat sempurna disepanjang 40th perjalanan mereka keluar dari Mesir menuju Tanah Perjanjian. Perjalanan yang sangat melelahkan melewati padang gurun dan menyeberangi laut dan sungai, bahkan berperang juga.

Memang ada banyak cara iblis mau menenggelamkan hidup kita. Salah satunya adalah mem-blow up masalah yang kecil menjadi besar. Contoh: jika kita diperhadapkan kepada penyakit, masalah ekonomi, rumah tangga, apakah yang dipikiran kita selalu tentang kematian, kelaparan, kebangkrutan, kegagalan, perceraian? Kalau itu yang kita bayangkan, maka sesungguhnya kita belum lahir baru, maka bertobatlah!

 

Orang yang sudah ditebus oleh darah Yesus selalu melihat pencobaan sebagai ujian imannya dan proses pada pendewasaan rohani yang percaya bahwa Tuhan Allah, Bapa kita adalah Tuhan yang pegang kendali dan yang berkuasa membalikkan keadaan.

 

2.      Bagaimana dengan api? Tujuannya adalah menghanguskan kita. Atau setidak-tidaknya menghanguskan semua yang ada di sekitar kita seperti yang dialami Ayub.

 

Tujuan tertinggi dari iblis adalah membuat kita putus asa, frustrasi, depresi, stress bahkan iblis membawa kita kepada kebinasaan yang kekal. Oleh karena itu, ingatlah: Firman Tuhan-lah yang menentukan masa depan kita, bukan apa yang dibisikkan oleh iblis dan bukan juga yang dibisikkan manusia manapun juga!

 

3.      Contoh yang paling indah pada ayat di atas adalah ketika umat Tuhan menyeberang Laut Teberau dan Sungai Yordan, tidak seorang anakpun yang terpeleset dan hanyut dibawa arus, dan juga seperti Daniel, Sadrakh, Mesakh dan Abednego di dalam dapur perapian, Tuhan menyertai!

 

Roma 8:31 “Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?”

 

 

Christoffel HS Politon