
Tuhan menguji, iblis mengoda

Ayat Firman Tuhan: Yakobus 1:12-13
Jika tujuan menjadi anak Tuhan adalah agar bisa hidup senang tanpa hambatan, saudara salah besar! Kehidupan orang percaya takkan lepas dari berbagai ujian dan pencobaan.
Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia. Apabila sedang dicobai, jangalah ia berkata: “pencobaan ini datangnya dari Allah!” Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat dan Ia sendiri tidak mencobai siapapun.
TUHAN menguji !
Surat Yakobus 1:13 jelas mengaris bawahi, bahwa Tuhan menguji, bukan mencobai! Untuk mencapai jenjang pendidikan yang lebih tinggi, setiap pelajaran harus lebih dahulu lulus ujian!
Demikianlah Allah pun menguji setiap saudara dan saya. Ia menghendaki kita menjadi pelaku Firman, bukan sekedar pendengar yang manis. Ia ingin kita naik level hingga mencapai kedewasaan rohani yang penuh! Untuk kemudian memberikan mahkota kehidupan kepada barangsiapa yang mengasihi Dia dan bertahan dalam ujian.
Dengan sikap dan respon yang benar dan sesuai Firman Allah, berbagai ujian, pencobaan dan persoalan yang Tuhan izinkan terjadi dalam kehidupan kita, akan menjadikan saudara dan saya semakin melekat dan mengasihi Dia, kian kuat dan teguh dalam iman! Dan mahkota kehidupan akan menjadi bagian mereka yang menang dan tahan uji.
Jikalau Tuhan menguji dengan tujuan untuk mengangkat kita ke tingkat kedewasaan rohani yang lebih tinggi, maka iblis sebaliknya. Dengan berbagai upaya, ia mencobai untuk menjatuhkan manusia.
Kunci:
Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan! Kuncinya adalah bertahan! Bertahan dalam ujian, bertahan dalam pencobaan, caranya adalah lakukan Firman Tuhan dan minta urapanNya, maka Roh Kudus akan mengerjakan bagianNya!
Daniel, Sadrakh, Mesakh dan Abednego tak gentar mesti menghadapi hukuman mati karena nama Tuhan; Elia adalah manusia biasa, tetapi ia sanggup menghentikan dan mendatangkan hujan.
Marilah kepadaKu, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang kupasang dan belajarlah padaKu, karna Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan (Mat 11:28-29)
Mari datang kepadaNya dengan kerendahan hati! Dia tahu persis setiap masalah yang kita hadapi, Dia sanggup mengatasi dan menyelesaikan persoalan sekecil apapun bahkan yang berat sekalipun!
Mari tetap percaya! Tetap pegang Firman Tuhan yang adalah ya dan Amin.
Allah bukanlah manusia, sehingga Ia berdusta bukan anak manusia, sehingga Ia menyesal. Masakan Ia berfirman dan tidak melakukannya, atau berbicara dan tidak menepatinya? (Bilangan 23:19)
Tuhan Yesus memberkati.
Pdp. Lydia Maria






