Apa yang membuat matamu tertutup?

Shalom. Matius 7:3-5 (TB)

3. Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui ?

4. Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu, padahal ada balok di dalam matamu.

5. Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu.

" Ayat ini berbicara mengenai sesuatu yg seharusnya menutupi mata kita tetapi ternyata malah membuat mata kita lebih tajam melihat.

Balok adalah sebatang kayu yang cukup besar, yang seharusnya menghalangi pandangan kita tapi malah mempertajam pandangan kita untuk dapat melihat selumbar di mata saudara kita.

Kita pasti tahu bahwa " balok di mata " berbicara hal2 yang "tidak baik" yang ada pada diri kita. Ternyata hal2 yang "tidak baik" ini dapat membuat pandangan kita lebih tajam melihat hal2 yang "kurang baik" dari saudara kita.

Perhatikan diri kita " Apakah pandangan kita sangat tajam sehingga kita dapat melihat dengan jelas kekurangan saudara kita ? " Kalau itu ternyata benar, berhati-hatilah jangan2 kita lebih "tidak baik" dari saudara kita.

Dalam ayat yang ke 4 Tuhan Yesus menasehati kita untuk kita mengeluarkan balok tersebut dari mata kita. Apa saja balok-balok tersebut.

1. Kesombongan rohani.

Lukas 18:10-14 (TB) 10 "Ada dua orang pergi ke Bait Allah untuk berdoa; yang seorang adalah Farisi dan yang lain pemungut cukai. 11 Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya begini: Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini; 12 aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku. 13 Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini. 14 Aku berkata kepadamu: Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu tidak. Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan."

Tuhan Yesus dalam lukas 18 : 10-14 menceritakan bagaimana seorang farisi yang berdoa dengan tinggi hati. Orang farisi ini merasa lebih baik dari pada seorang pemungut cukai, sehingga dia membanggakan dirinya didalam doanya. Tapi pemungut cukai merendahkan dirinya dalam doanya. Tuhan Yesus jelas mengatakan bahwa yang berkenan adalah doa pemungut cukai, dan pemungut cukai itu mendapat pengampunan atas dosanya.

Dalam hal ini kita bisa melihat bagaimana ketika balok kesombongan rohani itu ada dimata kita, kita cenderung memandang rendah orang lain. Ketika hal ini ada pada kita maka dosa - dosa kita tidak mendapat pengampunan dari Tuhan.

"Kebaikan kita yang kecil" dapat menjadi balok kesombongan rohani dan dapat menutupi mata kita sehinga tidak dapat melihat "kebaikan-kebaikan" saudara kita, dan bahkan dapat membuat mata kita tajam untuk melihat keburukan saudara kita Jangan mengingat-ingat "kebaikan kita" karena itu dapat membuat mata kita tidak dapat melihat "kebaikan-kebaikan" saudara kita.

2. Balok iri hati / dengki.

Yakobus 4:1-2 (TB) 1 Dari manakah datangnya sengketa dan pertengkaran di antara kamu? Bukankah datangnya dari hawa nafsumu yang saling berjuang di dalam tubuhmu? 2 Kamu mengingini sesuatu, tetapi kamu tidak memperolehnya, lalu kamu membunuh; kamu iri hati, tetapi kamu tidak mencapai tujuanmu, lalu kamu bertengkar dan kamu berkelahi. Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa.

"Balok iri hati" sangat berdampak kepada hati dan perbuatan/tingkah-laku kita. Dengan adanya balok ini dimata kita. Kita tidak dapat melihat kebaikan orang lain. Kita hanya melihat keburukan orang lain bahkan yang keburukan yang kecil terlihat jelas. Kita harus mengeluarkan balok ini agar kita tidak menjadi pembuat kejahatan. Ingat Kain membunuh Habel karena iri hati.

Bila kita ada iri hati kepada seseorang maka keberhasilan kecil orang tersebut merupakan pukulan buat kita, yang membuat hati kita panas. Dan akhirnya kita dapat berbuat jahat kepada orang tersebut. Apabila kita sudah mengeluarkan balok dari mata kita maka kita dapat mengeluarkan selumbar dari mata saudara kita. Artinya kalau kita tidak ada kesombongan rohani dan iri hati maka kita dapat memberi nasehat yang benar kepada saudara kita. Dan mereka dapat menerima nasehat kita dengan baik. Amin

Pdp. Stephanus Silas