
Memulai Perubahan Dari Diri Sendiri

Ada banyak orang menuntut orang lain untuk berubah, baik dari tingkah laku, sikap hidup, pola pikir, pola pandang, pola bicara, dan masih banyak lagi. Mari kita lihat dari sisi Firman yang Tuhan ajar bagi kita
Roma 12:2 – jangan menjadi serupa dengan dunia ini, apa yang dimaksud di atas, maksudnya supaya kita menjadi diri kita sendiri, tidak usah ikut-ikutan cara hidup orang-orang dunia pada umumnya. Sebab memang jamannya sekarang ini, dunia sedang memunculkan hal-hal yang nampaknya
menjanjikan dan member kemudahan-kemudahan dalam banyak hal, apa lagi saat ini mediapun sering memunculkan info-info yang nampaknya memberikan solusi, dengan berbagai macam cara, sehingga tidak sedikit orang yang terseret dan terjatuh dengan menghalalkan semua cara. Contoh: sudah tahu bahwa meribakan uang itu dosa, tapi kenyataannya banyak saja yang mau jadi rentenir, demi mendapatkan uang, padahal pelayan Tuhan dan jemaatpun ada juga yang melakukan hal seperti itu. Contoh kedua: ketika Daud mau berperang melawan Goliat dan Filistin, saudara-saudaranya berusaha memakaikan pakaian perangnya Saul, karna tidak pas, malah membuat Daud tidak bisa bergerak, tapi ketika Daud tampil sebagai dirinya sendiri, justru dia diberi kemampuan untuk dapat mengalahkan Goliat, dia tidak njiplak dan meniru cara orang lain.
Ketahuilah bahwa kepada setiap orang, Tuhan berikan cara dan kemampuan yang berbeda-beda sesuai dengan porsinya masing-masing. Mari jadilah seperti dirimu sendiri dan jangan tuntut orang lain seperti engkau atau engkau ingin menjadi seperti orang lain, sehingga ikut-ikutan dengan gaya orang lain. Kalau engkau sebagai seorang wanita, yah tampillah sebagai seorang wanita dan kalau engkau sebagai seorang pria, yah tampillah sebagai seorang pria.
Mat 7:12 – segala sesuatu yang kamu inginkan orang lain perbuat bagimu, perbuatlah dulu hal itu bagi orang lain. Berarti disini Tuhan inginkan pada kita, jangan pernah menuntut orang lain lakukan apapun pada kita, melainkan mulailah dari diri kita dulu kalau mau dihargai orang lain, hargailah dulu orang lain tersebut. Kalau mau didengar pendapatmu sama orang lain, ya dengarlah juga pendapat orang lain. Sebab FirmanNya ya dan amin, bahwa apa yang ditabur orang itu yang dituainya. Mulailah perubahan sekarang dari diri kita, sampai akhirnya kita bisa menjadi serupa dengan Kristus menjelang kedatanganNya yang sudah dekat.
Pdp. Semiati






